Sunday , 17 November 2019
Home » Berita Komoditas » Dollar AS Halangi Penguatan Harga Timah

Dollar AS Halangi Penguatan Harga Timah

Setelah disetujuinya anggaran pendapatan dan belanja negara oleh Senat Amerika Serikat (AS), nilai tukar dollar AS terpantau terus mengalami penguatan terhadap sejumlah mata uang unggulan lainnya. Penguatan ini berdampak terhadap harga komoditas logam industri yang diperdagangkan dengan mata uang Dollar tertekan salah satunya adalah Timah.

Harga timah untuk kontrak pengiriman tiga bulanan di London Metal Exchange (LME) turun tipis 1.39% menjadi US$ 19.575 per ton. Dari pekan kemarin harga timah sudah mencatatkan penurunan 4.97%. Dollar As yang terus menguat masih menjadi penghalang utama harga komoditas untuk merangkak naik.

Keputusan senat AS untuk menyetujui APBN membuka peluang untuk reformasi pajak yang merupakan program unggulan Presiden Donald Trump. Jika ini disetujui, maka indeks dollar As akan semakin melambung tinggi dan harga komoditas akan semakin tertekan.

Sentimen negatif juga datang dari Jepang. Pelaku pasar merespon negatif terpilihnya kembali Perdana menteri Jepang Shinzo Abe. Sebab dikabarkan Shinzo Abe diprediksi akan melakukan pengurangan kebijakan pelonggran kualitatif.

Hingga akhir tahun ini, harga timah bisa menembus  US$ 21.500 per ton. Fundamental yang terjaga, level tersebut akan mudah untuk dicapai. Saat ini harga timah masih bergerak dikisaran US$ 19.450–US$ 19.620 per ton. Sepekan ke depan, harga akan akan berada di kisaran US$ 19.320–US$ 19.720 per ton

About Firman Hasugian

Avatar

Check Also

September, Produksi Tembaga China Naik 68%

Sepanjang bulan September 2017, China mencatatkan produksi tembaga yang mengalami lonjakan. Kenaikan produksi tembaga ini ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.